Kuasa Isa Al-Masih untuk membantu orang miskin dan membela orang lemah

Isa memuji janda miskin karena persembahaannya

Suatu kali Isa sedang duduk menghadap peti persembahan. Ia mengamati bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu. Ternyata banyak juga orang kaya yang  memasukkan uang dalam jumlah besar. Lalu datanglah seorang janda miskin. Dimasukkannya uang dua peser, yaitu satu duit.

Kemudian Isa memanggil para pengikut-Nya dan bersabda kepada mereka, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, janda miskin itu memberi lebih banyak daripada semua orang yang telah memasukkan uang ke dalam peti itu.Karena mereka semua memberi dari kelimpahan mereka, tetapi janda itu memberi dari kekurangannya. Ia memasukkan semua uang yang ada padanya, yaitu yang ia perlukan untuk biaya hidupnya.”

Isa sendiri pun tidak memiliki apa-apa

Sabda Isa, “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi (Aku) Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepalaNya.”

Isa menantang orang-orang yang munafik

(Sabda Isa) “Celakalah kamu, hai para ahli Kitab Suci Taurat dan orang-orang dari mazhab Farisi, hai orang-orang yang munafik! Kamu membayar sepersepuluh dari selasih, adas manis, dan jintan, tetapi segala sesuatu yang lebih penting yang juga tertulis dalam hukum Taurat seperti keadilan, belas kasihan,dan kesetiaan, kamu abaikan. Hal-hal itu memang patut kamu kerjakan, tetapi yang lainnya jangan ditinggalkan.Hai kamu, para pemimpin buta! Nyamuk kamu tapis, tetapi unta kamu telan.

Celakalah kamu, hai para ahli Kitab Suci Taurat dan orang-orang dari mazhab Farisi, hai orang-orang yang munafik! Kamu hanya membersihkan bagian luar dari cawan dan pinggan, sedangkan bagian dalamnya penuh dengan rampasan dan ketamakan.Hai kamu, orang-orang dari mazhab Farisi yang buta! Bersihkanlah lebih dahulu bagian dalam dari cawan itu, maka luarnya pun akan menjadi bersih.

Celakalah kamu, hai para ahli Kitab Suci Taurat dan orang-orang dari mazhab Farisi, hai orang-orang yang munafik! Kamu sama seperti makam yang dikapur putih, luarnya tampak indah, tetapi bagian dalamnya penuh dengan tulang-belulang orang mati dan semua yang najis.Begitu jugalah kamu! Di hadapan orang, kamu kelihatan seperti orang yang bertakwa dan berakhlak, tetapi di balik apa yang nampak, kamu penuh dengan kemunafikan dan kejahatan.”

Isa mengusir penjual-penjual di bait Allah

Setelah Isa dan para pengikut-Nya sampai di Yerusalem, Ia masuk ke Bait Allah. Lalu mulailah Ia mengusir semua orang yang berjual beli di halaman Bait Allah. Ia menjungkirbalikkan mejameja penukar uang dan kursi-kursi penjual merpati.Tak seorang pun diizinkan-Nya membawa barang melewati halaman Bait Allah.Lalu Ia mengajar orang-orang yang ada di tempat itu, sabda-Nya kepada mereka, “Bukankah telah tertulis, ‘Rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa’? Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun.”

Ketika imam-imam kepala dan para ahli Kitab Suci Taurat mendengar tentang hal itu, mereka mencari jalan untuk membinasakan-Nya. Mereka takut kepada Isa karena mereka melihat semua orang terkagum-kagum pada ajaran-Nya.

Isa mengajar bahwa kasih lebih penting dari pada persembahan

Salah seorang ahli Kitab Suci Taurat datang kepada Isa karena ia mendengar bahwa Isa bersoal jawab dengan orang-orang dari mazhab Saduki, dan ia mengetahui bahwa Isa memberikan jawaban yang benar. Ia bertanya kepada Isa, “Perintah manakah yang terutama?” Sabda Isa kepadanya, “Perintah yang terutama ialah, ‘Dengarlah hai orang Israil, Allah, Tuhan kita, adalah Tuhan Yang Maha Esa.Kasihilah Allah, Tuhanmu, dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu, dengan segenap akal budimu, dan dengan segenap kekuatanmu.’

Sedangkan perintah yang kedua, ‘Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.’ Tidak ada perintah lain yang lebih utama daripada kedua perintah itu.” Kemudian kata ahli Kitab Suci Taurat itu kepada-Nya, “Tepat, ya Guru. Jawaban-Mu benar bahwa Allah itu Esa dan tidak ada yang lain selain Allah.

Selain itu, mengasihi Allah dengan segenap hati, dengan segenap pengertian, dan dengan segenap kekuatan, serta mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih penting daripada semua kurban bakaran dan kurban persembahan.”Ketika Isa melihat bahwa orang itu menjawab dengan bijaksana, bersabdalah Ia kepadanya, “Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah.”  Sejak saat itu, tidak ada seorang pun yang berani mengajukan pertanyaan kepada-Nya.

Isa berbelas kasihan kepada orang-orang yang menderita

Ketika Isa melihat orang banyak itu, Ia merasa kasihan kepada mereka, sebab mereka lelah dan terlantar, seperti domba yang tak bergembala. Setelah menepi, Isa melihat sejumlah besar orang yang sedang menanti-Nya. Ia pun merasa kasihan terhadap mereka lalu menyembuhkan orang-orang sakit yang ada di antara  mereka.Isa merasa iba pada keduanya lalu menyentuh mata mereka, dan pada saat itu juga mereka dapat melihat. Kemudian mereka pun mengikut Dia.

Kemudian datanglah seorang yang berpenyakit kusta menemui Isa. Sambil bersujud ia memohon kepada-Nya, “Jika Tuan menghendaki, Tuan dapat menahirkan aku.”Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan. Isa pun mengulurkan tangan-Nya dan menjamah orang itu lalu bersabda, “Aku menghendakinya, tahirlah!” Saat itu juga lenyaplah kustanya itu dan ia menjadi tahir.