Para Nabi mempersembahkan kurban

Bagaimana manusia dapat benar dan suci di hadapan Allah 

Kekuasaan dan kedahsyatan ada pada-Nya.Ia membuat kedamaian di tempat-Nya yang tinggi.Dapatkah pasukan-Nya dihitung? Atas siapakah terang-Nya tidak terbit? Masakan manusia benar di hadapan Allah? Masakan orang yang dilahirkan perempuan itu suci?

Harus ada penumpahan darah untuk pengampunan dosa 

Tidak ada pengampunan dosa jika tidak ada penumpahan darah.

Harus ada penumpahan darah karena nyawa makhluk ada di dalam darahnya

Nyawa suatu makhluk ada di dalam darahnya, dan Aku telah menentukan agar darah itu dicurahkan bagimu di atas mazbah untuk pendamaian demi nyawamu, sebab darah, yang adalah nyawa, memungkinkan terjadinya pendamaian.

Harun

Ia (imam) harus meletakkan tangannya di atas kepala kurban penghapus dosa itu, lalu menyembelih kurban penghapus dosa itu di tempat kurban bakaran. Kemudian imam harus mengambil dengan jarinya sebagian dari darah kurban itu, lalu membubuhkannya pada tanduk-tanduk mazbah kurban bakaran. Semua darah yang tersisa harus dicurahkannya ke dasar mazbah itu.Ia harus memisahkan semua lemak, sama seperti lemak yang diambil dari kurban perdamaian, dan imam harus membakarnya di atas mazbah menjadi kurban yang harum aromanya di hadirat ALLAH. Imam harus mengadakan pendamaian bagi orang itu, dan orang itu akan diampuni.

Adam dan Hawa 

ALLAH, Al-Khalik, membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan istrinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka.

Nuh

Maka keluarlah Nuh beserta anak-anaknya, istrinya, dan istri anak-anaknya. Segala binatang liar, segala binatang melata, segala burung, yaitu semua yang bergerak di bumi, keluar pula dari bahtera itu menurut jenisnya. Kemudian Nuh membangun sebuah mazbah, yaitu tempat pembakaran kurban, bagi ALLAH. Diambilnya beberapa ekor dari setiap binatang yang halal dan dari setiap burung yang halal, lalu dipersembahkannya kurban bakaran di atas mazbah itu.

Ibrahim

Kemudian Ibrahim mengulurkan tangannya, mengambil pisau untuk menyembelih anaknya.Akan tetapi, Malaikat ALLAH berseru kepadanya dari langit, “Ibrahim! Ibrahim!” Jawabnya, “Ya, Tuan.”Firman-Nya, “Jangan celakakan anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, karena sekarang Aku tahu bahwa engkau bertakwa kepada Allah dan tidak segan-segan menyerahkan anakmu, anakmu yang tunggal itu, kepada-Ku.”Ketika Ibrahim mengangkat wajahnya dan mengamati, tampaklah di belakangnya seekor domba jantan yang tanduknya tersangkut pada semak-semak. Ibrahim pergi mengambil domba jantan itu, lalu mempersembahkannya sebagai kurban bakaran menggantikan anaknya.Maka Ibrahim menamai tempat itu "Allah menyediakan".Sebab itu sampai pada hari ini orang mengatakan,"Di atas gunung Allah,akan disediakan".

Ayub

Anak-anak lelaki (Ayub) biasa mengadakan perjamuan di rumah mereka masing-masing menurut hari gilirannya, dan mereka akan menyuruh orang untuk mengundang ketiga saudara perempuan mereka makan dan minum bersama mereka. Nanti, apabila hari-hari perjamuan telah berlalu, Ayub akan memanggil dan menyucikan mereka. Ia akan bangun pagi-pagi dan mempersembahkan kurban bakaran menurut jumlah mereka semua, karena pikir Ayub, “Jangan-jangan anak-anakku telah berdosa dan mengutuki Allah di dalam hati mereka.” Demikianlah diperbuat Ayub senantiasa.

Musa

Kemudian Musa memanggil semua tua-tua Israil dan berkata kepada mereka,“Pergilah, ambillah anak domba bagi kaum keluargamu, dan sembelihlah domba Paskah.Ambillah seikat ranting hisop,celupkan dalam darah yang telah ditempatkan dalam sebuah mangkuk,lalu sapaukanlah darah itu pada ambang pintu atas serta kedua tiang pintu rumah.Tak seorang pun dari antara kamu boleh keluar dari pintu rumahnya sampai pagi hari,karena ALLAH akan melintas untuk mengazab orang Mesir.Apabila Ia melihat darah pada ambang atas pintu serta kedua tiang pintu sebuah rumah, maka ALLAH akan melewati pintu itu dan tidak membiarkan pemusnah masuk ke dalam rumahmu untuk mengazab kamu.

Kemudian pergilah bani Israil, melaksanakan apa yang diperintahkan ALLAH kepada Musa dan Harun.Pada tengah malam ALLAH menewaskan semua anak sulung di Tanah Mesir, dari anak sulung Firaun yang duduk di atas takhta sampai anak sulung para tawanan yang ada dalam penjara bawah tanah, juga semua anak sulung binatang.  Maka bangunlah Firaun pada malam itu, demikian pula semua pegawainya dan semua orang Mesir. Lalu terdengarlah tangisan yang hebat di Mesir, karena tidak ada rumah yang tidak kematian.

Daud

Daud pun membangun di sana mazbah bagi ALLAH, lalu mempersembahkan kurban bakaran dan kurban perdamaian. Ia berseru kepada ALLAH dan ALLAH menjawabnya dengan menurunkan api dari langit ke atas mazbah kurban bakaran itu.

Sulaiman

Kemudian raja dan seluruh bangsa mempersembahkan kurban sembelihan di hadirat ALLAH.Raja Sulaiman mempersembahkan 22.000 ekor sapi serta 120.000 ekor kambing domba sebagai kurban sembelihan. Demikianlah raja dan seluruh umat meresmikan Bait Allah.