Pelayanan Isa Al-Masih mengajar kebenaran

Isa mengajar bahwa kata-kata yang keluar dari mulut menajiskan orang bukan makanan yang masuk ke dalam mulut

Kemudian kembali Isa memanggil orang banyak itu dan bersabda, “Dengarlah dan pahamilah:Tidak ada satu pun yang masuk ke dalam diri seseorang dari luar dapat menajiskannya, melainkan apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya.”Siapa bertelinga, dengarlah! Setelah Isa meninggalkan orang banyak itu, masuklah Ia ke sebuah rumah. Kemudian para pengikut-Nya bertanya kepada-Nya mengenai ibarat itu.

Sabda Isa kepada mereka, “Masih belum mengertikah kamu? Tidakkah kamu paham bahwa segala sesuatu yang masuk ke dalam diri seseorang dari luar tidak dapat menajiskannya,sebab bukan masuk ke dalam hati, melainkan ke dalam perut lalu dibuang di jamban?” Dengan demikian, Isa menyatakan bahwa semua makanan halal.

Sabda-Nya  selanjutnya, “Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya. Karena dari dalamlah, yaitu dari hati orang, timbul pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinaan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujahan, kesombongan, kebebalan.Segala hal yang jahat itu timbul dari dalam hati dan menajiskan seseorang.”

Isa mengajar perumpamaan tentang kasih Allah kepada orang-orang yang berdosa

Lalu Isa bersabda lagi, “Ada seorang bapak yang mempunyai dua orang anak laki-laki. Anak yang bungsu berkata kepada ayahnya, ‘Ayah, berikanlah kepadaku harta yang menjadi bagianku.’ Maka ayahnya membagikan hartanya kepada kedua anaknya itu. Beberapa hari kemudian, anak yang bungsu itu berkemas-kemas lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan hartanya dengan hidup berfoya-foya. Setelah semuanya habis, terjadilah kelaparan besar di seluruh negeri itu sehingga ia mulai berkekurangan.

Jadi, pergilah ia bekerja pada salah seorang penduduk negeri itu, yang kemudian menyuruhnya menjaga babi-babinya di ladang. Ia ingin sekali bisa mengisi perutnya dengan ampas kacang yang  menjadi makanan babi-babi itu, tetapi tak seorang pun memberikannya kepadanya. Setelah ia menyadari keadaannya, berkatalah ia, ‘Orang-orang upahan di rumah ayahku diberi makan berlimpah-limpah, sedangkan aku di sini setengah mati kelaparan! Aku akan berangkat dan pergi kepada ayahku. Aku akan berkata kepadanya: Ayah, aku sudah berdosa terhadap Allah dan juga terhadap Ayah! Aku tidak layak lagi disebut anak Ayah.

Terimalah aku sebagai seorang upahan saja, Ayah!’ Maka ia pun berangkat dan pergi kepada ayahnya. Ketika ia masih di kejauhan, ayahnya sudah melihat dia, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ia berlari menemui anaknya, lalu dirangkulnya anak itu dan diciumnya. Anaknya berkata kepadanya, ‘Ayah, aku berdosa terhadap Allah dan terhadap Ayah. Aku tidak layak disebut anak Ayah lagi.’

Tetapi ayahnya itu berkata kepada hamba-hambanya, ‘Segeralah ambil pakaian yang terbaik, lalu pakaikan kepadanya. Masukkan cincin pada jarinya dan pakaikan dia kasut.Ambillah anak lembu yang gemuk dan sembelihlah lembu itu. Mari kita makan dan bersukaria,karena anakku ini dulu mati, tetapi sekarang hidup kembali. Ia dulu hilang, tetapi sekarang aku mendapatkannya kembali.’ Maka mereka semua bersukaria.

Isa mengajar untuk mengasihi musuh dan berdoa untuk orang yang menganiayai kita

(Isa Al Masih bersabda) Kamu telah mendengar perkataan, ‘Kasihilah temanmu dan bencilah musuhmu.’Tetapi Aku  berkata kepadamu, kasihilah mereka yang menyeterui kamu dan doakanlah orang-orang yang menganiaya kamu.

Dengan demikian, kamu bertindak sebagai anak-anak sejati dari Bapamu yang di surga, karena Ia menerbitkan matahari-Nya bukan hanya untuk orang yang baik, tetapi juga bagi orang yang jahat. Ia pun menurunkan hujan tidak hanya untuk orang yang saleh, tetapi juga bagi orang yang fasik.Jika kamu hanya mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah pahalamu? Bukankah pemungut cukai pun melakukan hal yang sama?

Isa mengajr untuk berdoa dari hati dan jangan mengulang kata-kata yang sama

(Isa Al Masih bersabda lagi) “Pada waktu kamu berdoa, janganlah kamu berdoa seperti orang-orang munafik. Mereka suka berdoa dengan berdiri di rumah-rumah ibadah serta di persimpangan-persimpangan jalan, dengan maksud supaya mereka dapat dilihat oleh orang-orang. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, mereka sudah mendapat pahalanya. Tetapi pada waktu engkau hendak berdoa, masuklah ke dalam kamarmu serta tutuplah pintunya.

Lalu berdoalah kepada Bapamu yang tidak kelihatan itu, maka Ia, yang melihat apa yang tidak kelihatan itu, akan membalasnya kepadamu. Selain itu, pada waktu kamu berdoa, janganlah kamu mengulang-ulang kata-kata yang sama seperti yang biasa dilakukan oleh orang-orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa dengan banyaknya kata-kata yang mereka ucapkan, doa mereka akan dikabulkan.

Isa mengajar bahwa mentaatinya sama seperti orang yang membangun rumah di atas dasar yang kuat

(Isa Al Masih bersabda) “Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku  dan melaksanakannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang membangun rumahnya di atas dasar yang kuat. Pada saat hujan turun, banjir datang dan angin kencang menerpa rumah itu, namun rumah itu tidak roboh karena didirikan di atas dasar yang kuat.

Tetapi siapa mendengar perkataan-Ku  dan tidak melaksanakannya, ia sama dengan orang bodoh, yang membangun rumahnya tanpa dasar yang kuat. Pada saat hujan turun, banjir datang dan angin kencang menerpa rumah itu, maka robohlah rumah itu dan besarlah kerusakannya.”Setelah Isa mengakhiri pengajaran-Nya, orang banyak menjadi heran,karena Ia mengajar mereka sebagai seorang yang berwibawa, tidak seperti para ahli Kitab Suci Taurat.