Wafat Isa Al-Masih

Isa dikhianati oleh Yudas dan ditangkap

Sementara Isa masih bersabda, datanglah serombongan orang yang dipimpin oleh Yudas, yaitu salah seorang dari kedua belas pengikut-Nya. Yudas maju mendekati Isa untuk mencium-Nya.Tetapi Isa bersabda kepadanya, “Yudas, dengan ciumankah hendak kauserahkan (Aku)  Anak Manusia?” 

Kemudian sabda Isa kepada imam-imam kepala, kepala-kepala pengawal Bait Allah, dan para tua-tua yang datang untuk menangkap Dia, “Mengapa kamu datang seperti hendak menangkap penyamun, karena kamu membawa pedang dan pentungan? Padahal setiap hari Aku ada di tengah-tengahmu di Bait Allah dan kamu tidak menangkap Aku. Tetapi inilah saatnya bagi kamu dan inilah pula saatnya bagi penguasa kegelapan untuk bertindak.”

Isa dipukul dan dihujah di rumah Imam Besar

Orang-orang itu menangkap Isa lalu membawa-Nya pergi ke rumah Imam Besar.Orang-orang yang menahan Isa, mengejek dan memukuli-Nya.Mereka menutupi mata-Nya lalu bertanya kepada-Nya, “Katakanlah siapa yang memukul Engkau!”Mereka memakai banyak kata-kata lain untuk menghujah Dia.

Isa diadili oleh Pilatus,penguasa dari Roma

Orang-orang itu menangkap Isa lalu membawa-Nya pergi ke rumah Imam Besar.Orang-orang yang menahan Isa, mengejek dan memukuli-Nya.Mereka menutupi mata-Nya lalu bertanya kepada-Nya, “Katakanlah siapa yang memukul Engkau!”Mereka memakai banyak kata-kata lain untuk menghujah Dia. Tetapi ketika imam-imam kepala dan para tua-tua melemparkan tuduhan kepada Isa, tidak ada satu pun yang dijawab-Nya.

Lalu kata Pilatus kepada mereka, “Kalau begitu, apa yang harus kuperbuat terhadap Isa yang disebut Al-Masih ini?” Jawab mereka semua, “Salibkan Dia!” Kata Pilatus, “Kejahatan apa yang telah dilakukan-Nya?” Tetapi mereka malah semakin keras berteriak, “Salibkan Dia!”Ketika Pilatus melihat bahwa semua usahanya tidak lagi berguna, malah membuat semakin gempar, ia mengambil air, membasuh tangannya di hadapan orang banyak itu dan berkata, “Aku tidak bersalah atas darah orang ini! Kamu semualah yang menanggungnya!”Kemudian semua orang yang ada di situ menjawab, “Darah-Nya adalah tanggungan kami dan anak-anak kami!”

Isa diolok-olok,diludahi,dipukul dan dibawa ke tempat pembunuhan

Setelah itu para prajurit dari penguasa setempat membawa Isa ke markas, lalu seluruh pasukan (Romawi) itu berkumpul mengelilingi-Nya.Mereka membuka pakaian Isa, lalu mengenakan kepadaNya jubah berwarna ungu. Kemudian mereka menganyam sebuah mahkota dari duri dan memasangkannya di kepala Isa.

Setelah itu mereka memberikan sebatang buluh pada tangan kananNya. Lalu mereka sujud di hadapanNya dan mengolok-olok Dia dengan berkata, “Daulat, hai raja bani Israil!”Mereka pun meludahi-Nya, mengambil buluh yang dipegang-Nya lalu memukulkannya ke kepala-Nya.Setelah mengolok-olok Dia, mereka menanggalkan jubah ungu itu dan memakaikan kembali pakaian-Nya, lalu membawaNya pergi untuk disalibkan.

Isa disalibkan bersama dua orang penjahat

Mereka juga membawa dua orang penjahat untuk dihukum mati bersama-sama dengan Isa.Setelah sampai di tempat yang bernama Tengkorak, mereka menyalibkan Isa di sana bersama kedua penjahat, seorang di sebelah kanan-Nya dan seorang lagi di sebelah kiri-Nya. Kemudian Isa bersabda, “Ya Bapa, ampunilah mereka karena mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan.”

Salah satu penjahat bertobat dan Isa berjanji untuk bersama dia di Firdaus

Salah seorang dari kedua penjahat yang juga disalibkan di situ menghina Dia, katanya, “Engkau Al-Masih, bukan? Selamatkanlah diri-Mu sendiri dan kami juga!” Tetapi penjahat lainnya menegur dia, katanya, “Tidakkah engkau takut kepada Allah, karena engkau pun dihukum mati sama seperti Dia? Kita ini memang patut dihukum, sebab kita mendapat balasan yang sepadan dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak melakukan sesuatu pun yang salah.”

Lalu ia berkata, “Ya Isa, ingatlah kepadaku apabila Engkau masuk ke dalam kerajaan-Mu.”Sabda Isa, “Aku berkata kepadamu, hari ini juga engkau akan bersama Aku di dalam Firdaus.”

Isa menghembuskan nafas terakhir dan menyerahkan nyawaNya kepada Allah

Pada waktu itu, kira-kira pukul dua belas siang, seluruh wilayah itu menjadi gelap sampai pukul tiga sore sebab matahari tidak bersinar. Tirai di dalam Bait Allah sobek di tengahtengah hingga terbagi dua. Kemudian dengan suara nyaring Isa berseru, “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.” Sesudah bersabda demikian, Ia menghembuskan nafas terakhir.Ketika kepala pasukan yang ada di situ melihat apa yang terjadi, ia memuliakan Allah, katanya, “Sungguh, orang ini adalah orang benar.”

Isa dikuburkan dalam makam baru

Menjelang magrib datanglah Yusuf, orang kaya yang berasal dari Arimatea, salah seorang pengikut Isa juga. Ia menghadap Pilatus untuk meminta jenazah Isa. Kemudian Pilatus memberiperintah kepada orang-orangnya supaya jenazah itu diberikan kepadanya.Setelah Yusuf mengambil jenazah Isa, ia mengafaninya dengan kain yang bersih.

Selanjutnya ia membaringkan jenazah itu dalam makam baru kepunyaannya sendiri yang digali pada bukit batu. Digulingkannya sebuah batu besar ke pintu makam itu, lalu ia pulang.Tetapi Maryam dari Magdala dan Maryam yang lain tetap tinggal di situ, duduk di depan makam itu.

Pengawal-pengawal menjaga makam Isa

Esoknya, yaitu setelah hari persiapan, berhimpunlah imam-imam kepala dan orang-orang dari mazhab Farisi untuk menghadap Pilatus.Kata mereka, “Ya Tuanku, kami ingat sewaktu si penipu itu masih hidup, Ia pernah berkata, ‘Pada hari yang ketiga, Aku akan bangkit kembali.’

Sebab itu sebaiknya Tuanku menyuruh orang untuk menjaga makam itu sampai hari yang ketiga, supaya jangan sampai para pengikut-Nya datang mencuri-Nya, lalu berkata kepada bangsa ini, ‘Ia telah bangkit dari antara orang mati.’ Dengan demikian, tipu muslihat yang terakhir itu akan berakibat lebih buruk daripada yang pertama.”

Kata Pilatus kepada mereka, “Para pengawal disediakan bagimu. Pergi dan jagalah makam itu sebisa-bisanya.” Lalu pergilah mereka bersama-sama dengan para pengawal untuk menyegel batu penutup makam itu dan menjaganya.